Sabtu, 17 Oktober 2020

Materi Merencanakan Pembicaraan

 

Nama: Erisa

NPM: 119050029

Kelas: 2A

Mata Kuliah: Berbicara

 

Merencanakan Pembicaraan

  Berbicara adalah salah satu aspek keterampilan berbahasa di samping keterampilan menyimak, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan itu saling terkait satu dengan lainnya. Oleh karena itu disini saya akan membahas tentang seorang Stand Up Comedian yang gugup saat berbicara di depan audiens dan juri, pada saat awal pembuka si Comedian sangat bersemangat sehingga membuat audiens senang tetapi setelah mau memberikan materi yang dia bawa, seketika dia langsung terlihat gugup karena lupa materi yang dia ingin bawakan sehingga dia melihat contekan di bawah sakunya dan membuat penonton dan juri tertawa karenanya. Pada saat sudah melihat contoken pun dia terlihat lupa lagi akan materinya sehingga hanya bisa terdiam tidak melakukan improvisasi atau apapun karena dia kurang mengusai panggung hal ini sangat di sayangkan untuk seorang Stand Up Comedian yang kurang menguasai panggung untuk itu harus ada persiapan dalam berbicara.

  Dalam persiapan berbicara perlu kita ketahui 3 hal dalam persiapan berbicara yaitu persiapan diri, persiapan materi dan persiapan pendukung. Persiapan diri berkaitan dengan kondisi jasmani dan rohani pembicara, persiapan materi berkaitan dengan materi yang akan disampaikan, persiapan pendukung mencakupi persiapan ilmu, persiapan vokal dan persiapan bahasa. Selain ketiga hal itu, untuk menjadi pembicara yang ideal ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu memilih topik, memahami latar belakang pendengar, menyusun kerangka pembicaraan, dan menyajikannya.

  Yang dimaksud memilih topik adalah membuat topik yang menarik untuk diri sendiri dan mampu kita kuasai. Jika tidak, kita tidak mampu menguasai audiens. Pembicaraan yang menarik akan lebih mudah mengutarakannya dan dapat membuat suasana menjadi menarik. Dan juga ketahui dengan baik latar belakang pembicaraan, karena hal itu sangat berguna dalam pengarahan dan pembahasan selagi mengutarakannya. Dan ada juga latar belakang pendengar yang harus kita pahami dengan mencoba menganalisis tipe audiens dengan baik misalnya dari segi mana harus dimulai dengan ilustrasi-ilustrasi yang mampu menarik perhatian mereka. Karena suatu pembicaraan yang tidak menarik adalah akan membuat audiens merasa bosan. Dan adapun kerangka pembicaraan yang harus disusun dengan baik, serta penyajiannya yang baik, benar dan menarik dapat membantu kita ketika berbicara di depan umum. Untuk itu kita harus sering melatih kemampuan berbicara, yaitu dengan cara memperhatikan kegiatan-kegiatan atau bentuk-bentuk berbicara, yang terdiri dari simposium, diskusi panel, konferensi, debat, seminar, rapat dan lokakarya. Karena tidak ada kegiatan pembicaraan yang sukses tanpa dimulai dengan persiapan terlebih lagi ketika berbicara di depan umum.

Jumat, 19 Juni 2020

artikel halaman opini

Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas UAS Penulisan Populer


Mutu Pendidikan di Tengah Pandemi


   Menjaga kualitas pendidikan menjadi tantangan nyata di tengah berlangsungnya pandemi covid-19. Proses belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik yang semulanya dilakukan melalui interaksi langsung kini tidak lagi dapat dilakukan. Interaksi langsung di ruang kelas antara guru dan murid harus dibatasi bahkan ditiadakan demi mencegah penyebaran virus. Hal ini dilakukan karena protokol kesehatan yang mengharuskan setiap individu melakukan social physical distancing bukan pengecualian dalam interaksi belajar-mengajar antara guru dan murid. Oleh karena itu akibat pandemi kegiatan belajar mengajar (KBM)  pun secara mendadak  harus dijalankan dengan menggunakan sistem belajar jarak jauh melalui jaringan internet atau daring. Pendidik dan peserta didik yang terbiasa melakukan KBM dengan interaksi langsung di ruang kelas suka tidak suka, harus menyesuaikan diri dan menerima metode belajar jarak jauh itu sebagai satu-satunya jalan dalam melaksanakan KBM. Dalam konteks inilah kualitas KBM harus lebih luas karena kualitas pendidikan nasional mulai dipertanyakan adanya keraguan bahwa kualitas dunia pendidikan nasional akan menurun.

  Apalagi beberapa waktu terakhir dengan berlangsung proses KBM jarak jauh ini sejumlah sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat di sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan mengalami kesulitan baik kesulitan teknis maupun kesulitan nonteknis. Kesulitan teknis terkait dengan ketersediaan fasilitas hardware ataupun software yang dibutuhkan bagi penyelenggaraan KBM jarak jauh. Karena tidak semua guru dan murid terlebih lagi di daerah terpencil yang tidak memiliki perangkat yang memenuhi syarat kelayakan bagi pelaksanaan aktivitas daring ini. Fasilitas jaringan internet yang menjamin keterhubungan pun tidak merata di seluruh wilayah indonesia ini. Oleh karena itu kita tidak boleh menyerah dengan keadaan dan membiarkan kualitas pendidikan nasional kita menurun di tengah berlangsungnya pandemi ini.  Seluruh stakeholders pendidikan nasional harus ikut turun tangan mencari solusi dan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan ini, agar kita bisa lebih baik dalam pembelajaran di tengah pandemi covid-19. Saya harap semoga wabah virus covid-19 ini cepat selesai agar kita bisa beraktifitas seperti sediakala dan bisa berkumpul lagi namun tetap mengikuti peraturan pemerintah dalam menjaga kesehatan.

Surat Pembaca

Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas UAS Penulisan Populer


Tumpukan Sampah Di Pinggir Jalan Membuat Warga Terganggu


  Persoalan sampah sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah yang wajib di atasi pemerintah. Karena setiap hari warga mengeluhkan masalah sampah yang bertebaran di mana-mana. Seperti yang terjadi di pinggir jalan daerah cirebon ini. Warga mengaku resah dengan tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan tersebut. Karena Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan bau yang menyengat dari tumpukan sampah di pinggir jalan tersebut. Tumpukan sampah tersebut berasal dari warga yang membuang sampah sembarangan di sana. Sampah yang dibuang ada yang menggunakan karung, kantung plastik ada juga yang bercecer aneka sampah organik dan anorganik bercampur sangat sulit dipilih. Bangkai tikus dan kotoran ternak pun dibuang sembarangan di lokasi tersebut. Tak heran bila muncul bau menyengat. Lalat hijau beterbangan diatas tumpukan sampah, apalagi usai hujan turun, lalat semakin banyak yang terkadang menempel di baju ketika melintas dengan berjalan kaki melewati tumpukan sampah itu.

   Menurut warga setempat kondisi sampah seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Banyak masyarakat yang membuang sampah di pinggir jalan yang letaknya tidak jauh dari pemukiman penduduk. Tak heran bila bau sampah tercium hingga ke rumah warga yang dekat dengan lokasi pembuangan. Akan tetapi tidak ada kesadaran warga untuk menangani sampah yang berserakan di pinggir jalan itu meskipun sangat terganggu, warga tidak menanganinya dan membiarkan begitu saja. Karena warga nampaknya tidak mau direpotkan harus membuang sampah ke tempat jauh, hingga akhirnya mereka membuang sampah di pinggir jalan. Agar warga tidak membuang sampah sembarangan ini, termasuk ketegasan dari pemerintah setempat untuk memberikan sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah di sana. Termasuk memberikan penerangan mengenai dampak buruk yang akan ditimbulkan dari keberadaan sampah tersebut. Oleh karena itu diharapkan pemerintah menyediakan truk sampah di setiap wilayah untuk warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan pihak pemerintah juga di harapkan memfasilitasi mesin pengolah sampah atau alat teknologi tepat guna agar memudahkan kita untuk membuat sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Hormat saya,

Erisa 

Materi Merencanakan Pembicaraan

  Nama: Erisa NPM: 119050029 Kelas: 2A Mata Kuliah: Berbicara   Merencanakan Pembicaraan   Berbicara adalah salah satu aspek ket...