Nama: Erisa
NPM: 119050029
Kelas: 2A
Mata Kuliah: Berbicara
Merencanakan
Pembicaraan
Berbicara adalah salah satu aspek
keterampilan berbahasa di samping keterampilan menyimak, membaca, dan menulis.
Keempat keterampilan itu saling terkait satu dengan lainnya. Oleh karena itu
disini saya akan membahas tentang seorang Stand Up Comedian yang gugup saat
berbicara di depan audiens dan juri, pada saat awal pembuka si Comedian sangat
bersemangat sehingga membuat audiens senang tetapi setelah mau memberikan materi
yang dia bawa, seketika dia langsung terlihat gugup karena lupa materi yang dia
ingin bawakan sehingga dia melihat contekan di bawah sakunya dan membuat
penonton dan juri tertawa karenanya. Pada saat sudah melihat contoken pun dia
terlihat lupa lagi akan materinya sehingga hanya bisa terdiam tidak melakukan
improvisasi atau apapun karena dia kurang mengusai panggung hal ini sangat di
sayangkan untuk seorang Stand Up Comedian yang kurang menguasai panggung untuk
itu harus ada persiapan dalam berbicara.
Dalam persiapan berbicara perlu
kita ketahui 3 hal dalam persiapan berbicara yaitu persiapan diri, persiapan
materi dan persiapan pendukung. Persiapan diri berkaitan dengan kondisi jasmani
dan rohani pembicara, persiapan materi berkaitan dengan materi yang akan
disampaikan, persiapan pendukung mencakupi persiapan ilmu, persiapan vokal dan
persiapan bahasa. Selain ketiga hal itu, untuk menjadi pembicara yang ideal ada
beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu memilih topik, memahami latar
belakang pendengar, menyusun kerangka pembicaraan, dan menyajikannya.
Yang dimaksud memilih topik
adalah membuat topik yang menarik untuk diri sendiri dan mampu kita kuasai.
Jika tidak, kita tidak mampu menguasai audiens. Pembicaraan yang menarik akan
lebih mudah mengutarakannya dan dapat membuat suasana menjadi menarik. Dan juga
ketahui dengan baik latar belakang pembicaraan, karena hal itu sangat berguna
dalam pengarahan dan pembahasan selagi mengutarakannya. Dan ada juga latar
belakang pendengar yang harus kita pahami dengan mencoba menganalisis tipe
audiens dengan baik misalnya dari segi mana harus dimulai dengan
ilustrasi-ilustrasi yang mampu menarik perhatian mereka. Karena suatu
pembicaraan yang tidak menarik adalah akan membuat audiens merasa bosan. Dan adapun
kerangka pembicaraan yang harus disusun dengan baik, serta penyajiannya yang
baik, benar dan menarik dapat membantu kita ketika berbicara di depan umum. Untuk
itu kita harus sering melatih kemampuan berbicara, yaitu dengan cara
memperhatikan kegiatan-kegiatan atau bentuk-bentuk berbicara, yang terdiri dari
simposium, diskusi panel, konferensi, debat, seminar, rapat dan lokakarya.
Karena tidak ada kegiatan pembicaraan yang sukses tanpa dimulai dengan
persiapan terlebih lagi ketika berbicara di depan umum.