Jumat, 19 Juni 2020

artikel halaman opini

Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas UAS Penulisan Populer


Mutu Pendidikan di Tengah Pandemi


   Menjaga kualitas pendidikan menjadi tantangan nyata di tengah berlangsungnya pandemi covid-19. Proses belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik yang semulanya dilakukan melalui interaksi langsung kini tidak lagi dapat dilakukan. Interaksi langsung di ruang kelas antara guru dan murid harus dibatasi bahkan ditiadakan demi mencegah penyebaran virus. Hal ini dilakukan karena protokol kesehatan yang mengharuskan setiap individu melakukan social physical distancing bukan pengecualian dalam interaksi belajar-mengajar antara guru dan murid. Oleh karena itu akibat pandemi kegiatan belajar mengajar (KBM)  pun secara mendadak  harus dijalankan dengan menggunakan sistem belajar jarak jauh melalui jaringan internet atau daring. Pendidik dan peserta didik yang terbiasa melakukan KBM dengan interaksi langsung di ruang kelas suka tidak suka, harus menyesuaikan diri dan menerima metode belajar jarak jauh itu sebagai satu-satunya jalan dalam melaksanakan KBM. Dalam konteks inilah kualitas KBM harus lebih luas karena kualitas pendidikan nasional mulai dipertanyakan adanya keraguan bahwa kualitas dunia pendidikan nasional akan menurun.

  Apalagi beberapa waktu terakhir dengan berlangsung proses KBM jarak jauh ini sejumlah sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat di sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan mengalami kesulitan baik kesulitan teknis maupun kesulitan nonteknis. Kesulitan teknis terkait dengan ketersediaan fasilitas hardware ataupun software yang dibutuhkan bagi penyelenggaraan KBM jarak jauh. Karena tidak semua guru dan murid terlebih lagi di daerah terpencil yang tidak memiliki perangkat yang memenuhi syarat kelayakan bagi pelaksanaan aktivitas daring ini. Fasilitas jaringan internet yang menjamin keterhubungan pun tidak merata di seluruh wilayah indonesia ini. Oleh karena itu kita tidak boleh menyerah dengan keadaan dan membiarkan kualitas pendidikan nasional kita menurun di tengah berlangsungnya pandemi ini.  Seluruh stakeholders pendidikan nasional harus ikut turun tangan mencari solusi dan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan ini, agar kita bisa lebih baik dalam pembelajaran di tengah pandemi covid-19. Saya harap semoga wabah virus covid-19 ini cepat selesai agar kita bisa beraktifitas seperti sediakala dan bisa berkumpul lagi namun tetap mengikuti peraturan pemerintah dalam menjaga kesehatan.

Surat Pembaca

Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas UAS Penulisan Populer


Tumpukan Sampah Di Pinggir Jalan Membuat Warga Terganggu


  Persoalan sampah sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah yang wajib di atasi pemerintah. Karena setiap hari warga mengeluhkan masalah sampah yang bertebaran di mana-mana. Seperti yang terjadi di pinggir jalan daerah cirebon ini. Warga mengaku resah dengan tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan tersebut. Karena Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan bau yang menyengat dari tumpukan sampah di pinggir jalan tersebut. Tumpukan sampah tersebut berasal dari warga yang membuang sampah sembarangan di sana. Sampah yang dibuang ada yang menggunakan karung, kantung plastik ada juga yang bercecer aneka sampah organik dan anorganik bercampur sangat sulit dipilih. Bangkai tikus dan kotoran ternak pun dibuang sembarangan di lokasi tersebut. Tak heran bila muncul bau menyengat. Lalat hijau beterbangan diatas tumpukan sampah, apalagi usai hujan turun, lalat semakin banyak yang terkadang menempel di baju ketika melintas dengan berjalan kaki melewati tumpukan sampah itu.

   Menurut warga setempat kondisi sampah seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Banyak masyarakat yang membuang sampah di pinggir jalan yang letaknya tidak jauh dari pemukiman penduduk. Tak heran bila bau sampah tercium hingga ke rumah warga yang dekat dengan lokasi pembuangan. Akan tetapi tidak ada kesadaran warga untuk menangani sampah yang berserakan di pinggir jalan itu meskipun sangat terganggu, warga tidak menanganinya dan membiarkan begitu saja. Karena warga nampaknya tidak mau direpotkan harus membuang sampah ke tempat jauh, hingga akhirnya mereka membuang sampah di pinggir jalan. Agar warga tidak membuang sampah sembarangan ini, termasuk ketegasan dari pemerintah setempat untuk memberikan sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah di sana. Termasuk memberikan penerangan mengenai dampak buruk yang akan ditimbulkan dari keberadaan sampah tersebut. Oleh karena itu diharapkan pemerintah menyediakan truk sampah di setiap wilayah untuk warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan pihak pemerintah juga di harapkan memfasilitasi mesin pengolah sampah atau alat teknologi tepat guna agar memudahkan kita untuk membuat sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Hormat saya,

Erisa 

Materi Merencanakan Pembicaraan

  Nama: Erisa NPM: 119050029 Kelas: 2A Mata Kuliah: Berbicara   Merencanakan Pembicaraan   Berbicara adalah salah satu aspek ket...