Rabu, 20 Mei 2020

Surat Pembaca

Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas Penulisan Populer



Jalan Rusak Parah, Hampir Tiap Hari Memakan Korban

    Kerusakan Jalan yang menghubungkan antara Gerbang-Pabuaran Tepatnya di desa Babakan, terlihat sangat parah. Jalan yang penuh dengan lubang besar tersebut, hampir setiap hari memakan korban pengguna jalan.

    sebagian besar korban terjatuh, merupakan pengendara yang jarang menggunakan jalan itu. Namun, ketika dari arah Gebang, jalan sangat bagus dengan betonisasi. Namun pada saat akan mendekati perlintasan KA Babakan, jalan tiba-tiba berubah drastis dengan banyak kerusakan yang disertai lubang besar. Terlebih lagi apabila hujan besar, lubang tersebut tidak terlihat sama sekali karena terdapat genangan air. Dan juga ketika melintas pada malam hari dengan kondisi jalan seperti itu hanya sedikit PJU yang ada di perlintasan. Sehingga mereka tidak menyadari ada lubang besar di depan dan hingga menyebabkan kecelakaan.

     oleh karena itu masyarakat melakukan aksi tambal jalan untuk mengingatkan kepada pemerintah untuk serius menangani kerusakan jalan, baik itu jalan milik pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Karena sudah seharusnya Pemerintah segera melakukan perbaikan jalan. Karena lokasi jalan yang rusak tersebut dekat perlintasan kereta api, sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan terlebih lagi pada saat di turunan jalan.

Hormat saya,


Erisa

Minggu, 10 Mei 2020

Resensi Film

Nama: Erisa
NPM: 119050029
Kelas: 1A
Mata Kuliah: Penulisan Populer

Judul Resensi : Sinopsis Film 5 cm


Identitas


·         Judul Film         : 5cm
·         Sutradara         : Rizal Mantovani
·         Produser          : Sunil Soraya
·         Genre              : Drama
·         Pemeran          : Herjunot Ali, Fedi Nuril, Denny Sumargo, Raline Shah, Igor Saykoji, Pevita Pearce
·         Tanggal Rilis    : 12 Desember 2012 
 Bahasa             : Indonesia 

Isi Resensi 

Orientasi


     Kisah ini menceritakan persahabatan antara lima pemuda yang bernama Gentayang diperankan Fedi Nuril, Arial (diperankan Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), dan Ian yang diperankan oleh Igor “Saykoji”. Film ini berdasarkan novel yang berjudul “5CM” karya Donny Dhirgantoro. Resensi ini merupakan sebuah resensi film, jadi tidak dihubungkan dan tidak dibandingkan dengan novelnya. Penilaian yang dilihat dari film. 

Sinopsis

      Lima  remaja yang telah menjalin persahabatan yang cukup lama hingga pada suatu hari mereka berlima merasa jenuh dengan hubungan pertemanan ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.
      Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan suatu hal yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.
     Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak.

Analisis

     Kisah ini menceritakan persahabatan antara lima pemuda yang bernama Gentayang diperankan Fedi Nuril, Arial (diperankan Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), dan Ian yang diperankan oleh Igor “Saykoji”. Film ini berdasarkan novel yang berjudul “5CM” karya Donny Dhirgantoro. Resensi ini merupakan sebuah resensi film, jadi tidak dihubungkan dan tidak dibandingkan dengan novelnya. Penilaian yang dilihat dari film.
     Humor, tingkah laku, dan percakapan yang terjadi bisa dianggap sebagai keseharian yang pernah terjadi di dunia nyata, tetapi tetap ada bagian yang memang tidak pantas terjadi di dunia nyata. Riani yang merupakan perempuan sendiri selalu menjadi bagian yang terlindungi daripada teman-temannya.
     Mereka berlima semuanya telah lulus masa kuliahnya, tetapi hanya Ian yang belum. Ian terlalu sibuk mengerjakan hal lain seperti bermain game, menonton film “blue film” dan suka sekali makan mie pada malam hari. Keunikan perempuan yang paling cantik ini, apabila sedang makan mie bersama teman-temanya ia selalu meminta kuah mie dari temannya. 
    Arial yang memiliki tubuh atletis, bila kenalan dengan wanita lain, selalu grogi dan tidak lupa membawa kecap bila sedang makan mie di sebuah warung. Zafran memiliki keunikan berbeda pastinya, dia seorang yang puitis, dan menyukai adiknya Arial  yang bernama Dinda. Hubungan mereka berdua selalu datar, hanya hubungan jalan di tempat. Genta yang merupakan pekerja rajin dalam perusahaan bersama Riani, diam-diam dia menyukai Riani tapi tidak bisa mengungkapkan perasaannya walaupun mereka sudah kenal lama.

PENUTUP

Evaluasi

Kelebihan dan Kekurangan Film :
·    Kelebihan  
 Film ini sangat bagus dari segi cerita, adegan dan pemilihan lokasi. Dengan judul yang simple, namun sangat mengesankan dan memberi banyak pesan moral dan Memperkenalkan kepada banyak masyarakat Indonesia akan keindahan dari gunung Semeru.
·    Kekurangan
Banyak adegan yang di potong pada saat melakukan pendakian  di jalur yang sulit. Hanya view yang bagus saja yang diambil dan konflik yang ada difilm ini kurang terlihat.

 Kesan
Kesan saya terhadap film ini, film ini sangat bagus yang menceritakan tentang persahabatan. Dan dalam film ini banyak menyampaikan pesan moral yang dapat kita terapkan pada kehidupan kita sehari-hari. Menurut saya, film ini merupakan salah satu film terbaik dari seluruh perfilman Indonesia sebelumnya. Film ini sangat bagus untuk ditonton dan bisa dijadikan pembelajaran.

Senin, 04 Mei 2020

Mengindentifikasikan Unsur Dalam Resensi Berdasarkan Struktur dan Unsurnya

Nama: Erisa
NPM: 119050029
Kelas: 1A
Mata Kuliah: Penulisan Populer


Judul Resensi : Sinopsis Menembus Impian

Identitas 
  • Judul film : Menebus Impian
  • Sutradara : Hanung Bramantyo
  • Produksi : Dapur film
  • Tahun : 2010
  • Synopsis film Menebus Impian
ISI RESENSI

Orientasi


Secara keseluruhan cerita yang diangkat ke layar lebar nyaris utuh, sama dengan novelnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi, kalaupun ada, sifatnya hanya penambahan-penambahan terhadap tuntutan detil yang logis. 

Sinopsis
    Inti cerita filmnya sederhana, bagaimana seseorang yang miskin materi kemudian bisa meraih sukses besar (melalui bisnis MLM). Film ini mencoba bicara soal penderitaan dengan memunculkan beragam masalah yang dihadapi keluarga Nur. Masalah-masalah tersebut tampak sekali dicari-cari tanpa mencoba mendalami konflik dari masalah tersebut. Masalahnya hanya terkesan kompleks namun tidak menyentuh akar permasalahan sama sekali.

Analisis
Nur (diperankan oleh Acha Septriasa) adalah seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar (diperankan Ayu Diah Pashya), yang bekerja sehari-hari sebagai seorang buruh cuci. Kedua anak ibu ini memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai bagaimana meraih kehidupan yang lebih baik. Sang ibu memilih agar anaknya memfokuskan diri pada kuliahnya, sedangkan Nur berpikir bagaimana bisa secepatnya bekerja dan memperoleh penghasilan untuk membantu nafkah mereka.

PENUTUP
Evaluasi
Kekurangan : film ini masalah utamanya adalah kedangkalan tema. Dalam film terdapat beberapa perbedaan dengan novel cerita aslinya. Di ending cerita dalam novel diceritakan, Nur akhirnya menikah dengan Dian dan hidup bahagia. Pernikahan itu bertepatan dengan diperingatinya hari kartini (21 April). Tetapi dalam film hanya di ceritakan sampai Nur mempersembahkan istana megah kepada ibunya tercinta. Di samping itu, tokoh Sekar dalam film diperlihatkan bahwa dia berambut pendek. Hal ini sangat bertolak belakang dengan gambaran yang ada di dalam novel bahwa dia tengah berambut panjang. Tak hanya itu, dalam novel pun di hadirkan tokoh Pak Lik Minto yang banyak membantu Sekar dalam kehidupannya ketika dia baru sampai di kota pertama kali. Pak Lik Minto ini diceritakan bahwa dia adalah adik kandung dari Susilo “tokoh novel” (ayah kandung Sekar) yang telah sukses hidupnya di kota. Namun hal ini tidak terdapat dalam film.

Kelebihan : Secara keseluruhan cerita yang diangkat ke layar lebar nyaris utuh, sama dengan novelnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi, kalaupun ada, sifatnya hanya penambahan-penambahan terhadap tuntutan detil yang logis.

Materi Merencanakan Pembicaraan

  Nama: Erisa NPM: 119050029 Kelas: 2A Mata Kuliah: Berbicara   Merencanakan Pembicaraan   Berbicara adalah salah satu aspek ket...