Nama : Erisa
NPM :
119050029
Kelas : 1 A
Tugas
Penulisan Populer
Dilema
Mahasiswa dalam Perkuliahan Daring
Semenjak adanya penyebaran Coronavirus
Desease-2019 (Covid-19) perkuliahan di Universitas
Swadaya Gunung Jati Cirebon digantikan dengan sistem Dalam Jaringan (Daring)
atau online. Mengutip dari surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3
Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan serta Surat
Edaran Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV 1685/LL4/TU/2020 tentang
Himbauan Antisipasi Penyebaran Virus Corona. Oleh karena itu menjadikan kampus
untuk me-lockdown proses pembelajaran dan dialihkan pembelajaran daring
(online) dengan membuat ruang-ruang kelas online di setiap mata kuliah. Dengan
dialihkannya perkuliahan tatap muka menjadi perkuliahan online.
Perkuliahan diharapkan akan berjalan efektif
dan efisien. Serta tidak melupakan kewajiban dari masing-masing elemen
pembelajaran di kampus. Namun banyak dari mahasiswa yang mengeluhkan tentang
kuliah online ini. Karena banyaknya kendala dalam pelaksanaannya. Seperti
kesiapan dalam perangkat digital laptop, handphone dll karena tidak semuanya
memiiki perangkat digital tersebut dan juga koneksi internet yang tidak begitu
bagus karena Jaringan internet dari provider yang berbeda-beda menjadi salah
satu kendala kuliah daring saat ini. Paparan materi yang diberikan dosen sering
kali terputus karena jaringan internet yang kurang stabil dikarenakan tempat
tinggal mahasiswa tentu berbeda ada tempat yang susah untuk dijangkau dalam
koneksi internet, adapun dalam paket data internet yang tidak memadai karena
sistem perkuliahan yang berubah menjadi online, nasib malang bagi mahasiswa
yang di rumahnya tidak tersedia Wi-Fi, mereka harus merogoh kocek lebih dalam
lagi untuk membeli kuota atau paket data. Dalam melakukan kuliah daring yang
menggunakan platform video conference sudah dipastikan memakan banyak kuota
atau paket data dari penggunaan sebelumnya.
Pengalaman saya dalam melakukan kuliah daring ini, saya dapat
menghabiskan sekitar 1 gigabyte untuk setiap mata kuliah selama satu jam. Jika
dalam kurun waktu satu minggu terdapat 9 mata kuliah yang harus dilakukan
secara online, maka kuota atau paket data yang diperlukan mencapai 3 hingga 4
kali lipat dari penggunaan biasanya. Dan dengan adanya disiplin waktu karena beberapa
dosen ada yang sangat disiplin oleh waktu, jaringan internet yang tidak stabil
juga menjadi kendala bagi nilai mahasiswa, karena jika kuliah daring dilakukan
pukul 8 pagi atau 9 pagi dan masih ada dari mahasiswa yang belum hadir tepat
waktu pada saat mengikuti video conference menjadi salah satu pengurangan nilai
bagi mahasiswa. Bahkan bagi mahasiswa yang tidak ada jaringan internet
sekalipun menjadi salah satu pertimbangan bagi dosen yang selalu menerapkan
kedisiplinan bagi mahasiswa Mengetahui kondisi seperti ini, dosen seharusnya
turut memaklumi atas kendala sarana dan prasarana yang dimiliki setiap
mahasiswa, khususnya pada jaringan internet yang kurang stabil dari provider
yang berbeda-beda.
Perkuliahan
ini juga ada beberapa dosen dan mahasiswa yang masih tidak mengerti dalam mengoperasikan
sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan
perkuliahan secara digital karena gaptek dalam teknologi digital tersebut. Oleh
karena itu akibat gaptek dalam teknologi sistem perkuliahan daring tidak
berjalan dengan lancar contohnya seperti dosen memberikan materi atau bahkan
tugas saja yang diberikan dan membuat mahasiswa tidak begitu mengerti akan
tugas tersebut bahkan ada tugas deadline yang membuat mahasiswa kewalahan
karena diberikan tugas secara terus-menerus. Oleh karena itu mahasiswa banyak
mengeluh di media sosial. Dan juga dalam kesehatan mata yang mulai terganggu
karena ketika terlalu lama menatap layar hp atau laptop mata sering sakit sehingga menjadi perih, kepala juga sering
kali pusing ketika menatap layar hp atau laptop padahal sudah di atasi dengan
mengedip-ngedipkan mata selama 1 menit untuk mengurangi gejala akan tetapi tetap
saja tidak berhasil. Dengan keadaan seperti itu akan berdampak rabun pada mata
terlebih lagi ketika mata sudah minus sangat tidak baik menatap layar hp atau
laptop terlalu lama.
Meskipun perkuliahan daring ini jalan keluar
satu-satunya yang bisa diterapkan di tengah pandemi yang belum diketahui kapan
berakhirnya. Akan tetapi dalam permasalahan-permasalahan diatas, tentu
diperlukan perbaikan yang terus-menerus agar perkuliahan daring ini bisa
berjalan dengan lancar dan tentunya sempurna. Para dosen harus mengeksplorasi segala
kemungkinan sistem pembelajaran daring agar mahasiswa bisa belajar dengan mudah.
Dosen dan mahasiswa juga harus bekerjasama untuk menciptakan dan mencapai pembelajaran
yang maksimal. Dan dalam penggunaan teknologi juga harus saling membantu agar
semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.
Dalam penulisan yang saya buat, saya harap apresiasi dalam pembelajaran ini dosen bisa
lebih peka terhadap mahasiswa agar membuat suatu tujuan pembelajaran yang
tercapai. Dosen harus memberikan tugas kepada mahasiswa yang sewajarnya dan
tidak sampai melampaui batas kemampuan mahasiswa. Dan saya harap semoga wabah
virus covid-19 ini cepat selesai agar bisa kuliah seperti biasanya kuliah
dengan tatap muka dan bisa berkumpul lagi namun tetap mengikuti peraturan pemerintah dalam menjaga kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar