Sabtu, 06 Juni 2020

Tajuk Rencana Dilema Mahasiswa dengan Perkuliahan Daring


Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas Penulisan Populer


Dilema Mahasiswa dalam Perkuliahan Daring


  Semenjak adanya penyebaran Coronavirus Desease-2019 (Covid-19) perkuliahan di  Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon digantikan dengan sistem Dalam Jaringan (Daring) atau online. Mengutip dari surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan serta Surat Edaran Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV 1685/LL4/TU/2020 tentang Himbauan Antisipasi Penyebaran Virus Corona. Oleh karena itu menjadikan kampus untuk me-lockdown proses pembelajaran dan dialihkan pembelajaran daring (online) dengan membuat ruang-ruang kelas online di setiap mata kuliah. Dengan dialihkannya perkuliahan tatap muka menjadi perkuliahan online.


 Perkuliahan diharapkan akan berjalan efektif dan efisien. Serta tidak melupakan kewajiban dari masing-masing elemen pembelajaran di kampus. Namun banyak dari mahasiswa yang mengeluhkan tentang kuliah online ini. Karena banyaknya kendala dalam pelaksanaannya. Seperti kesiapan dalam perangkat digital laptop, handphone dll karena tidak semuanya memiiki perangkat digital tersebut dan juga koneksi internet yang tidak begitu bagus karena Jaringan internet dari provider yang berbeda-beda menjadi salah satu kendala kuliah daring saat ini. Paparan materi yang diberikan dosen sering kali terputus karena jaringan internet yang kurang stabil dikarenakan tempat tinggal mahasiswa tentu berbeda ada tempat yang susah untuk dijangkau dalam koneksi internet, adapun dalam paket data internet yang tidak memadai karena sistem perkuliahan yang berubah menjadi online, nasib malang bagi mahasiswa yang di rumahnya tidak tersedia Wi-Fi, mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli kuota atau paket data. Dalam melakukan kuliah daring yang menggunakan platform video conference sudah dipastikan memakan banyak kuota atau paket data dari penggunaan sebelumnya.

   Pengalaman  saya dalam melakukan kuliah daring ini, saya dapat menghabiskan sekitar 1 gigabyte untuk setiap mata kuliah selama satu jam. Jika dalam kurun waktu satu minggu terdapat 9 mata kuliah yang harus dilakukan secara online, maka kuota atau paket data yang diperlukan mencapai 3 hingga 4 kali lipat dari penggunaan biasanya. Dan dengan adanya disiplin waktu karena beberapa dosen ada yang sangat disiplin oleh waktu, jaringan internet yang tidak stabil juga menjadi kendala bagi nilai mahasiswa, karena jika kuliah daring dilakukan pukul 8 pagi atau 9 pagi dan masih ada dari mahasiswa yang belum hadir tepat waktu pada saat mengikuti video conference menjadi salah satu pengurangan nilai bagi mahasiswa. Bahkan bagi mahasiswa yang tidak ada jaringan internet sekalipun menjadi salah satu pertimbangan bagi dosen yang selalu menerapkan kedisiplinan bagi mahasiswa Mengetahui kondisi seperti ini, dosen seharusnya turut memaklumi atas kendala sarana dan prasarana yang dimiliki setiap mahasiswa, khususnya pada jaringan internet yang kurang stabil dari provider yang berbeda-beda.

  Perkuliahan ini juga ada beberapa dosen dan mahasiswa yang masih tidak mengerti dalam mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital karena gaptek dalam teknologi digital tersebut. Oleh karena itu akibat gaptek dalam teknologi sistem perkuliahan daring tidak berjalan dengan lancar contohnya seperti dosen memberikan materi atau bahkan tugas saja yang diberikan dan membuat mahasiswa tidak begitu mengerti akan tugas tersebut bahkan ada tugas deadline yang membuat mahasiswa kewalahan karena diberikan tugas secara terus-menerus. Oleh karena itu mahasiswa banyak mengeluh di media sosial. Dan juga dalam kesehatan mata yang mulai terganggu karena ketika terlalu lama menatap layar hp atau laptop mata sering sakit  sehingga menjadi perih, kepala juga sering kali pusing ketika menatap layar hp atau laptop padahal sudah di atasi dengan mengedip-ngedipkan mata selama 1 menit untuk mengurangi gejala akan tetapi tetap saja tidak berhasil. Dengan keadaan seperti itu akan berdampak rabun pada mata terlebih lagi ketika mata sudah minus sangat tidak baik menatap layar hp atau laptop terlalu lama.

  Meskipun perkuliahan daring ini jalan keluar satu-satunya yang bisa diterapkan di tengah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. Akan tetapi dalam permasalahan-permasalahan diatas, tentu diperlukan perbaikan yang terus-menerus agar perkuliahan daring ini bisa berjalan dengan lancar dan tentunya sempurna. Para dosen harus mengeksplorasi segala kemungkinan sistem pembelajaran daring agar mahasiswa bisa belajar dengan mudah. Dosen dan mahasiswa juga harus bekerjasama untuk menciptakan dan mencapai pembelajaran yang maksimal. Dan dalam penggunaan teknologi juga harus saling membantu agar semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

  Dalam penulisan yang saya buat, saya harap  apresiasi dalam pembelajaran ini dosen bisa lebih peka terhadap mahasiswa agar membuat suatu tujuan pembelajaran yang tercapai. Dosen harus memberikan tugas kepada mahasiswa yang sewajarnya dan tidak sampai melampaui batas kemampuan mahasiswa. Dan saya harap semoga wabah virus covid-19 ini cepat selesai agar bisa kuliah seperti biasanya kuliah dengan tatap muka dan bisa berkumpul lagi namun tetap mengikuti peraturan pemerintah dalam menjaga kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Merencanakan Pembicaraan

  Nama: Erisa NPM: 119050029 Kelas: 2A Mata Kuliah: Berbicara   Merencanakan Pembicaraan   Berbicara adalah salah satu aspek ket...