Jumat, 19 Juni 2020

Surat Pembaca

Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas UAS Penulisan Populer


Tumpukan Sampah Di Pinggir Jalan Membuat Warga Terganggu


  Persoalan sampah sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah yang wajib di atasi pemerintah. Karena setiap hari warga mengeluhkan masalah sampah yang bertebaran di mana-mana. Seperti yang terjadi di pinggir jalan daerah cirebon ini. Warga mengaku resah dengan tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan tersebut. Karena Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan bau yang menyengat dari tumpukan sampah di pinggir jalan tersebut. Tumpukan sampah tersebut berasal dari warga yang membuang sampah sembarangan di sana. Sampah yang dibuang ada yang menggunakan karung, kantung plastik ada juga yang bercecer aneka sampah organik dan anorganik bercampur sangat sulit dipilih. Bangkai tikus dan kotoran ternak pun dibuang sembarangan di lokasi tersebut. Tak heran bila muncul bau menyengat. Lalat hijau beterbangan diatas tumpukan sampah, apalagi usai hujan turun, lalat semakin banyak yang terkadang menempel di baju ketika melintas dengan berjalan kaki melewati tumpukan sampah itu.

   Menurut warga setempat kondisi sampah seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Banyak masyarakat yang membuang sampah di pinggir jalan yang letaknya tidak jauh dari pemukiman penduduk. Tak heran bila bau sampah tercium hingga ke rumah warga yang dekat dengan lokasi pembuangan. Akan tetapi tidak ada kesadaran warga untuk menangani sampah yang berserakan di pinggir jalan itu meskipun sangat terganggu, warga tidak menanganinya dan membiarkan begitu saja. Karena warga nampaknya tidak mau direpotkan harus membuang sampah ke tempat jauh, hingga akhirnya mereka membuang sampah di pinggir jalan. Agar warga tidak membuang sampah sembarangan ini, termasuk ketegasan dari pemerintah setempat untuk memberikan sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah di sana. Termasuk memberikan penerangan mengenai dampak buruk yang akan ditimbulkan dari keberadaan sampah tersebut. Oleh karena itu diharapkan pemerintah menyediakan truk sampah di setiap wilayah untuk warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan pihak pemerintah juga di harapkan memfasilitasi mesin pengolah sampah atau alat teknologi tepat guna agar memudahkan kita untuk membuat sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Hormat saya,

Erisa 

Sabtu, 06 Juni 2020

Tajuk Rencana Dilema Mahasiswa dengan Perkuliahan Daring


Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas Penulisan Populer


Dilema Mahasiswa dalam Perkuliahan Daring


  Semenjak adanya penyebaran Coronavirus Desease-2019 (Covid-19) perkuliahan di  Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon digantikan dengan sistem Dalam Jaringan (Daring) atau online. Mengutip dari surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan serta Surat Edaran Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV 1685/LL4/TU/2020 tentang Himbauan Antisipasi Penyebaran Virus Corona. Oleh karena itu menjadikan kampus untuk me-lockdown proses pembelajaran dan dialihkan pembelajaran daring (online) dengan membuat ruang-ruang kelas online di setiap mata kuliah. Dengan dialihkannya perkuliahan tatap muka menjadi perkuliahan online.


 Perkuliahan diharapkan akan berjalan efektif dan efisien. Serta tidak melupakan kewajiban dari masing-masing elemen pembelajaran di kampus. Namun banyak dari mahasiswa yang mengeluhkan tentang kuliah online ini. Karena banyaknya kendala dalam pelaksanaannya. Seperti kesiapan dalam perangkat digital laptop, handphone dll karena tidak semuanya memiiki perangkat digital tersebut dan juga koneksi internet yang tidak begitu bagus karena Jaringan internet dari provider yang berbeda-beda menjadi salah satu kendala kuliah daring saat ini. Paparan materi yang diberikan dosen sering kali terputus karena jaringan internet yang kurang stabil dikarenakan tempat tinggal mahasiswa tentu berbeda ada tempat yang susah untuk dijangkau dalam koneksi internet, adapun dalam paket data internet yang tidak memadai karena sistem perkuliahan yang berubah menjadi online, nasib malang bagi mahasiswa yang di rumahnya tidak tersedia Wi-Fi, mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli kuota atau paket data. Dalam melakukan kuliah daring yang menggunakan platform video conference sudah dipastikan memakan banyak kuota atau paket data dari penggunaan sebelumnya.

   Pengalaman  saya dalam melakukan kuliah daring ini, saya dapat menghabiskan sekitar 1 gigabyte untuk setiap mata kuliah selama satu jam. Jika dalam kurun waktu satu minggu terdapat 9 mata kuliah yang harus dilakukan secara online, maka kuota atau paket data yang diperlukan mencapai 3 hingga 4 kali lipat dari penggunaan biasanya. Dan dengan adanya disiplin waktu karena beberapa dosen ada yang sangat disiplin oleh waktu, jaringan internet yang tidak stabil juga menjadi kendala bagi nilai mahasiswa, karena jika kuliah daring dilakukan pukul 8 pagi atau 9 pagi dan masih ada dari mahasiswa yang belum hadir tepat waktu pada saat mengikuti video conference menjadi salah satu pengurangan nilai bagi mahasiswa. Bahkan bagi mahasiswa yang tidak ada jaringan internet sekalipun menjadi salah satu pertimbangan bagi dosen yang selalu menerapkan kedisiplinan bagi mahasiswa Mengetahui kondisi seperti ini, dosen seharusnya turut memaklumi atas kendala sarana dan prasarana yang dimiliki setiap mahasiswa, khususnya pada jaringan internet yang kurang stabil dari provider yang berbeda-beda.

  Perkuliahan ini juga ada beberapa dosen dan mahasiswa yang masih tidak mengerti dalam mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital karena gaptek dalam teknologi digital tersebut. Oleh karena itu akibat gaptek dalam teknologi sistem perkuliahan daring tidak berjalan dengan lancar contohnya seperti dosen memberikan materi atau bahkan tugas saja yang diberikan dan membuat mahasiswa tidak begitu mengerti akan tugas tersebut bahkan ada tugas deadline yang membuat mahasiswa kewalahan karena diberikan tugas secara terus-menerus. Oleh karena itu mahasiswa banyak mengeluh di media sosial. Dan juga dalam kesehatan mata yang mulai terganggu karena ketika terlalu lama menatap layar hp atau laptop mata sering sakit  sehingga menjadi perih, kepala juga sering kali pusing ketika menatap layar hp atau laptop padahal sudah di atasi dengan mengedip-ngedipkan mata selama 1 menit untuk mengurangi gejala akan tetapi tetap saja tidak berhasil. Dengan keadaan seperti itu akan berdampak rabun pada mata terlebih lagi ketika mata sudah minus sangat tidak baik menatap layar hp atau laptop terlalu lama.

  Meskipun perkuliahan daring ini jalan keluar satu-satunya yang bisa diterapkan di tengah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. Akan tetapi dalam permasalahan-permasalahan diatas, tentu diperlukan perbaikan yang terus-menerus agar perkuliahan daring ini bisa berjalan dengan lancar dan tentunya sempurna. Para dosen harus mengeksplorasi segala kemungkinan sistem pembelajaran daring agar mahasiswa bisa belajar dengan mudah. Dosen dan mahasiswa juga harus bekerjasama untuk menciptakan dan mencapai pembelajaran yang maksimal. Dan dalam penggunaan teknologi juga harus saling membantu agar semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

  Dalam penulisan yang saya buat, saya harap  apresiasi dalam pembelajaran ini dosen bisa lebih peka terhadap mahasiswa agar membuat suatu tujuan pembelajaran yang tercapai. Dosen harus memberikan tugas kepada mahasiswa yang sewajarnya dan tidak sampai melampaui batas kemampuan mahasiswa. Dan saya harap semoga wabah virus covid-19 ini cepat selesai agar bisa kuliah seperti biasanya kuliah dengan tatap muka dan bisa berkumpul lagi namun tetap mengikuti peraturan pemerintah dalam menjaga kesehatan.

Rabu, 20 Mei 2020

Surat Pembaca

Nama : Erisa
NPM : 119050029
Kelas : 1 A
Tugas Penulisan Populer



Jalan Rusak Parah, Hampir Tiap Hari Memakan Korban

    Kerusakan Jalan yang menghubungkan antara Gerbang-Pabuaran Tepatnya di desa Babakan, terlihat sangat parah. Jalan yang penuh dengan lubang besar tersebut, hampir setiap hari memakan korban pengguna jalan.

    sebagian besar korban terjatuh, merupakan pengendara yang jarang menggunakan jalan itu. Namun, ketika dari arah Gebang, jalan sangat bagus dengan betonisasi. Namun pada saat akan mendekati perlintasan KA Babakan, jalan tiba-tiba berubah drastis dengan banyak kerusakan yang disertai lubang besar. Terlebih lagi apabila hujan besar, lubang tersebut tidak terlihat sama sekali karena terdapat genangan air. Dan juga ketika melintas pada malam hari dengan kondisi jalan seperti itu hanya sedikit PJU yang ada di perlintasan. Sehingga mereka tidak menyadari ada lubang besar di depan dan hingga menyebabkan kecelakaan.

     oleh karena itu masyarakat melakukan aksi tambal jalan untuk mengingatkan kepada pemerintah untuk serius menangani kerusakan jalan, baik itu jalan milik pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Karena sudah seharusnya Pemerintah segera melakukan perbaikan jalan. Karena lokasi jalan yang rusak tersebut dekat perlintasan kereta api, sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan terlebih lagi pada saat di turunan jalan.

Hormat saya,


Erisa

Minggu, 10 Mei 2020

Resensi Film

Nama: Erisa
NPM: 119050029
Kelas: 1A
Mata Kuliah: Penulisan Populer

Judul Resensi : Sinopsis Film 5 cm


Identitas


·         Judul Film         : 5cm
·         Sutradara         : Rizal Mantovani
·         Produser          : Sunil Soraya
·         Genre              : Drama
·         Pemeran          : Herjunot Ali, Fedi Nuril, Denny Sumargo, Raline Shah, Igor Saykoji, Pevita Pearce
·         Tanggal Rilis    : 12 Desember 2012 
 Bahasa             : Indonesia 

Isi Resensi 

Orientasi


     Kisah ini menceritakan persahabatan antara lima pemuda yang bernama Gentayang diperankan Fedi Nuril, Arial (diperankan Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), dan Ian yang diperankan oleh Igor “Saykoji”. Film ini berdasarkan novel yang berjudul “5CM” karya Donny Dhirgantoro. Resensi ini merupakan sebuah resensi film, jadi tidak dihubungkan dan tidak dibandingkan dengan novelnya. Penilaian yang dilihat dari film. 

Sinopsis

      Lima  remaja yang telah menjalin persahabatan yang cukup lama hingga pada suatu hari mereka berlima merasa jenuh dengan hubungan pertemanan ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.
      Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan suatu hal yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.
     Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak.

Analisis

     Kisah ini menceritakan persahabatan antara lima pemuda yang bernama Gentayang diperankan Fedi Nuril, Arial (diperankan Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), dan Ian yang diperankan oleh Igor “Saykoji”. Film ini berdasarkan novel yang berjudul “5CM” karya Donny Dhirgantoro. Resensi ini merupakan sebuah resensi film, jadi tidak dihubungkan dan tidak dibandingkan dengan novelnya. Penilaian yang dilihat dari film.
     Humor, tingkah laku, dan percakapan yang terjadi bisa dianggap sebagai keseharian yang pernah terjadi di dunia nyata, tetapi tetap ada bagian yang memang tidak pantas terjadi di dunia nyata. Riani yang merupakan perempuan sendiri selalu menjadi bagian yang terlindungi daripada teman-temannya.
     Mereka berlima semuanya telah lulus masa kuliahnya, tetapi hanya Ian yang belum. Ian terlalu sibuk mengerjakan hal lain seperti bermain game, menonton film “blue film” dan suka sekali makan mie pada malam hari. Keunikan perempuan yang paling cantik ini, apabila sedang makan mie bersama teman-temanya ia selalu meminta kuah mie dari temannya. 
    Arial yang memiliki tubuh atletis, bila kenalan dengan wanita lain, selalu grogi dan tidak lupa membawa kecap bila sedang makan mie di sebuah warung. Zafran memiliki keunikan berbeda pastinya, dia seorang yang puitis, dan menyukai adiknya Arial  yang bernama Dinda. Hubungan mereka berdua selalu datar, hanya hubungan jalan di tempat. Genta yang merupakan pekerja rajin dalam perusahaan bersama Riani, diam-diam dia menyukai Riani tapi tidak bisa mengungkapkan perasaannya walaupun mereka sudah kenal lama.

PENUTUP

Evaluasi

Kelebihan dan Kekurangan Film :
·    Kelebihan  
 Film ini sangat bagus dari segi cerita, adegan dan pemilihan lokasi. Dengan judul yang simple, namun sangat mengesankan dan memberi banyak pesan moral dan Memperkenalkan kepada banyak masyarakat Indonesia akan keindahan dari gunung Semeru.
·    Kekurangan
Banyak adegan yang di potong pada saat melakukan pendakian  di jalur yang sulit. Hanya view yang bagus saja yang diambil dan konflik yang ada difilm ini kurang terlihat.

 Kesan
Kesan saya terhadap film ini, film ini sangat bagus yang menceritakan tentang persahabatan. Dan dalam film ini banyak menyampaikan pesan moral yang dapat kita terapkan pada kehidupan kita sehari-hari. Menurut saya, film ini merupakan salah satu film terbaik dari seluruh perfilman Indonesia sebelumnya. Film ini sangat bagus untuk ditonton dan bisa dijadikan pembelajaran.

Senin, 04 Mei 2020

Mengindentifikasikan Unsur Dalam Resensi Berdasarkan Struktur dan Unsurnya

Nama: Erisa
NPM: 119050029
Kelas: 1A
Mata Kuliah: Penulisan Populer


Judul Resensi : Sinopsis Menembus Impian

Identitas 
  • Judul film : Menebus Impian
  • Sutradara : Hanung Bramantyo
  • Produksi : Dapur film
  • Tahun : 2010
  • Synopsis film Menebus Impian
ISI RESENSI

Orientasi


Secara keseluruhan cerita yang diangkat ke layar lebar nyaris utuh, sama dengan novelnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi, kalaupun ada, sifatnya hanya penambahan-penambahan terhadap tuntutan detil yang logis. 

Sinopsis
    Inti cerita filmnya sederhana, bagaimana seseorang yang miskin materi kemudian bisa meraih sukses besar (melalui bisnis MLM). Film ini mencoba bicara soal penderitaan dengan memunculkan beragam masalah yang dihadapi keluarga Nur. Masalah-masalah tersebut tampak sekali dicari-cari tanpa mencoba mendalami konflik dari masalah tersebut. Masalahnya hanya terkesan kompleks namun tidak menyentuh akar permasalahan sama sekali.

Analisis
Nur (diperankan oleh Acha Septriasa) adalah seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar (diperankan Ayu Diah Pashya), yang bekerja sehari-hari sebagai seorang buruh cuci. Kedua anak ibu ini memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai bagaimana meraih kehidupan yang lebih baik. Sang ibu memilih agar anaknya memfokuskan diri pada kuliahnya, sedangkan Nur berpikir bagaimana bisa secepatnya bekerja dan memperoleh penghasilan untuk membantu nafkah mereka.

PENUTUP
Evaluasi
Kekurangan : film ini masalah utamanya adalah kedangkalan tema. Dalam film terdapat beberapa perbedaan dengan novel cerita aslinya. Di ending cerita dalam novel diceritakan, Nur akhirnya menikah dengan Dian dan hidup bahagia. Pernikahan itu bertepatan dengan diperingatinya hari kartini (21 April). Tetapi dalam film hanya di ceritakan sampai Nur mempersembahkan istana megah kepada ibunya tercinta. Di samping itu, tokoh Sekar dalam film diperlihatkan bahwa dia berambut pendek. Hal ini sangat bertolak belakang dengan gambaran yang ada di dalam novel bahwa dia tengah berambut panjang. Tak hanya itu, dalam novel pun di hadirkan tokoh Pak Lik Minto yang banyak membantu Sekar dalam kehidupannya ketika dia baru sampai di kota pertama kali. Pak Lik Minto ini diceritakan bahwa dia adalah adik kandung dari Susilo “tokoh novel” (ayah kandung Sekar) yang telah sukses hidupnya di kota. Namun hal ini tidak terdapat dalam film.

Kelebihan : Secara keseluruhan cerita yang diangkat ke layar lebar nyaris utuh, sama dengan novelnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi, kalaupun ada, sifatnya hanya penambahan-penambahan terhadap tuntutan detil yang logis.

Minggu, 15 Maret 2020

Feature profile







KEGIGIHAN SEORANG ANAK PANEMBAHAN CIREBON


   Seorang laki-laki yang berusia 45 tahun ini akrab di sapa dengan sebutan kang opyan. Laki-laki kelahiran Panembahan, Cirebon ini telah berhasil meneruskan dan mengembangkan produksi batik terbesar di Cirebon yang sebelumnya didirikan oleh orang tuanya. Sebelum menjadi seseorang yang sukses kang opyan ini hanyalah seorang anak pedagan batik biasa saja yang mengelilingi tiap toko untuk menjual batiknya ini. Akan tetapi dibayar dengan tempo atau bisa di bilang kang opyan telah di curangi oleh toko-toko yang membeli batiknya sejak saat itu kang opyan mempunyai motivasi untuk bisa memiliki toko sendiri. Karena sudah tidak ada tulang punggung lagi di keluarga kang opyan ini karena ayahnya meninggal.

   Karena sudah tidak percaya ke toko-toko itu kang opyan pun mengirimkan batiknya kepada temannya yang di percayainya, dan pada akhirnya berjalan dengan lancar usaha kang opyan ini. Dengan lancarnya usaha kang opyan ini ia akhirnya memiliki toko di mall jakarta kang opyan pun memiliki motivasi untuk mengembangkan batik trusmi secara terus menerus supaya kebudayaan indonesia tidak hilang karena zaman yang sudah modern ini. Dan juga untuk orang - orang yang putus sekolah yang tidak memiliki ijazah kang opyan ini mengajak mereka untuk bisa bekerja dengannya.

   karena batik yang sudah jarang ada yang suka dan jarang diminati lagi, sekarang kang opyan pun membuat atau berkreasi sendiri dengan imajinasinya membuat batik dan akhirnya di terima oleh masyarakat karena mempunyai inovasi baru cara pembuatan batiknya juga yang sangatlah menarik itu lah yang menjadikan ciri khasnya batiknya dan membedakan batik kang opyan dengan batik-batik yang lain. Kang opyan pun menamakan batiknya Batik Hilma ialah anak perempuan pertamanya karena dia bersyukur mempunyai anak karena itu lah di namakan batik Hilma.

   Penghasilan batik dalam sehari mendapatkan 500 potong batik dengan seluruhnya sekitar 10 juta. Kang opyan yang memiliki 80 pengrajin, ia juga tiap harinya menciptakan batik dengan motif yang berbeda-beda dan pastinya baru sehingga pembeli pun terkesan dan suka dengan batiknya. Karena banyak pilihan dan harganya pun terjangkau. Semangat kang opyan inilah yang bisa di contoh untuk anak muda di zaman sekarang. Kang opyan pun memiliki banyak suka dan duka dalam mengembangkan usaha orang tuanya. Akan tetapi dia tetap semangat hingga sekarang dan menjadi orang yang sukses.

   Kunci seorang pengusaha sukses adalah ikhtiar dan sodakoh. karena akan ada hak orang lain dalam setiap rezeki yang kita miliki. Dan harus mempunyai prinsip dalam hidup apa yang di inginkan harus di tekuni dengan penuh semangat dan jangan lupa untuk sholat dan berdoa meminta petunjuk kepada allah untuk meyakinkan diri dengan apa yang harus kita lakukan, selain itu harus menerapkan D.U.I.T Doa , Usaha , dan Tawakal.

Materi Merencanakan Pembicaraan

  Nama: Erisa NPM: 119050029 Kelas: 2A Mata Kuliah: Berbicara   Merencanakan Pembicaraan   Berbicara adalah salah satu aspek ket...